Senin, 01 Desember 2008

Jangan Anggap Remeh Mendengkur

Penulis : Angela Wika

Jangan menganggap remeh kebiasaan mendengkur, sebab mendengkur merupakan gejala penyakit Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau berhentinya nafas selama beberapa detik saat tidur, inilah yang di sebut-sebut sebagai 'the silent killer'.

Pada saat tidur, udara yang masuk lewat hidung atau mulut bisa tersumbat tanpa kita sadari, dan menyebabkan suplai oksigen ke tubuh berkurang. Inilah yang disebut penyakit OSA dan dapat mengakibatkan sejumlah komplikasi, bahkan kematian mendadak.


Pada orang yang mendengkur, langit-langit lunak bergetar ketika udara masuk dan lama-kelamaan dapat menutup saluran pernafasan. Amandel juga dapat menyempitkan saluran pernafasan melalui mulut, begitu pula lidah yang terlalu besar ukurannya atau yang posisinya jatuh menutupi rongga mulut - tenggorokan ketika tidur akan menutup jalur udara yang masuk.

Adanya penyempitan di hidung dan bagian belakang tenggorokan juga dapat menyebakan tersumbatnya saluran udara ke tubuh. OSA akan membuat penderita tidak bisa tidur nyenyak karena sering terbangun dan merasa sesak atau seperti tercekik.

Suplai oksigen yang terhambat terus-menerus dapat mengakibatkan komplikasi bagi penderita OSA, seperti hipertensi, jantung koroner, stroke, bahkan kematian mendadak. Jika tubuh kekurangan oksigen, maka otak dan jantung akan bekerja lebih berat, sehingga dapat menyebabkan serangan
jantung dan stroke.

Kekurangan oksigen juga akan membuat tubuh memproduksi sel darah merah lebih banyak, dan inilah yang dapat menimbulkan hipertensi dan membuat tubuh bekerja lebih keras juga.

Penelitian menunjukkan kematian yang disebabkan jantung koroner pada penderita OSA lebih besar 2,7 kali daripada yang bukan penderita OSA, Stroke pada penderita OSA lebih besar 2,3 kali daripada yang bukan penderita OSA dan Hipertensi 3 kali lebih besar pada penderita OSA.

Dr. Syahrial MH Sp THT, juga mengatakan kematian pada usia produktif sebagian besar dikarenakan menderita OSA yang kemudian mengalami komplikasi. OSA lebih banyak menyerang pria daripada wanita, dengan perbandingan 7:1. Pada usia kurang dari 40 tahun, OSA menyerang 25% pria dan 10-15% wanita, sedangkan di atas usia 40 tahun, OSA menyerang 60% pria dan 40% wanita.

Penanganan secara non-operasi juga bisa dilakukan jika penyebab penyumbatan tidak terlalu mengganggu. Bagi penderita obesitas, maka langkah yang harus dilakukan adalah dengan penurunan berat badan.

Penanganan non-operasi juga bisa dilakukan dengan mengubah posisi tidur. Posisi tidur yang baik bagi penderita OSA dan mendengkur adalah posisi miring. Ada pula alat-alat yang bisa digunakan untuk menjaga agar rongga pernafasan tidak tersumbat, atau bisa pula menggunakan 'Continuous Positive Airway Pressure' (CPAP), yaitu masker di hidung yang akan menyalurkan udara dan energi positif yang dipompa dari mesin. CPAP ini digunakan pada saat
penderita tidur agar penyumbatan saat tidur tidak terjadi.

GEJALA-GEJALA OSA
1. Mendengkur dengan bunyi keras dan mengganggu,
2. Terbangun saat tidur karena rasa sesak, tercekik, dan tersedak/terbatuk-batuk,
3. Nafas berhenti di sela-sela mendengkur dan diakhiri dengan mendengus,
4. Tidur tidak nyenyak karena sering terbangun dan berubah posisi.

Selain itu, ada pula beberapa gejala yang dialami pada pagi dan siang hari:
1. Bangun dengan perasaan tidak segar,
2. Sakit kepala pagi hari,
3. Sakit atau nyeri tenggorokan pada saat bangun tidur,
4. Mengantuk yang berlebihan di siang hari atau 'exessive daytime sleepiness' (EDS),
5. Kelelahan berkepanjangan,
6. Perubahan kepribadian,
7. Gangguan konsentrasi dan memori.

Jika Anda memiliki gejala-gejala seperti di atas, segeralah berkonsultsi dengan dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat, sebelum komplikasi terjadi.

Sumber : http://www.mediahidupsehat.com/?ar_id=MjIz

Tidak ada komentar: